Inter Ukir Rekor Eropa


TEMPO Interaktif, Milan: Inter Milan mencatatkan diri sebagai raja Eropa baru. Kemenangan 1-0 atas Cagliari, Minggu dini hari, membuat Nerrazurri menorehkan rekor kemenangan terbanyak di tingkat Eropa.

Inter kini tak terkalahkan di 16 pertandingan secara beruntun. Catatan ini satu pertandingan lebih baik dibandingkan yang pernah dibuat Real Madrid musim 1960-1961 serta Bayern Munich musim 2004/2005 dan 2005/2006.

Bahkan, jika di total, tak ada yang bisa mengalahkan skuad Roberto Mancini itu di 28 pertandingan di semua kompetisi. Terakhir kali Inter kalah pada 27 September tahun lalu saat ditundukkan Bayern Muenchen 0-2 di ajang Liga Champions.

Keperkasaan Inter juga kentara di klasemen Seri A. Mereka bertengger sendiri di puncak klasemen dengan nilai 63 dari 23 pertandingan. Saingan terdekatnya, AS Roma, makin jauh tertinggal 14 angka setelah kalah 0-1 dari Empoli.

Dengan hasil ini, gelar scudetto Seri A musim ini sepertinya sudah tersemat di kostum biru-hitam Inter. Namun Mancini mengingatkan skuadnya untuk tidak bersenang-senang.

"Gelar juara belum diraih. Memang keunggulan 14 angka sangat bagus buat kami dan makin berat untuk Roma. Tapi kami harus terus bekerja keras, jalan masih panjang," katanya.

Sayangnya, kegembiraan Inter hanya disaksikan tifosi pemilik tiket musiman saja. Pasalnya, San Siro masih dianggap belum memenuhi seluruh standar keamanan yang ditetapkan.

Gol tunggal di Stadion Giuseppe Meazza, San Siro, ini tercipta di menit ke-11 lewat tandukan Nicolas Andre Burdisso. Kerja sama apik Luis Figo dan Dejan Stankovic membuak peluang pada Zlatan Ibrahimovich untuk memberikan crossing matang pada Burdisso.

Inter sebenarnya memiliki beberapa peluang lain namun tendangan Stankovic hanya membantu mistar gawang. Sementara peluang Hernan Crespo, Ibrahimovic, Adriano maupun Santiago Solari berhasil dimentahkan kiper Marco Fortin.

AFP | FI | RAJU FEBRIAN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X