Presiden: Kemajuan Pertanian jangan Hanya Dinikmati Pemodal Besar


TEMPO Interaktif, Boyolali:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar kemajuan di sektor pertanian tidak hanya dinikmati pemodal besar. SBY mengatakan peningkatan usaha sangat ditentukan oleh pamasaran.

Penegasan tersebut disampaikan SBY saat berdialog dengan petani dan panen lele di Kampung Lele, Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jateng, Selasa (20/2). "Saya tidak ingin kemajuan hanya dirasakan bagi
pemodal besar saja, sementara petani tidak mendapatkan
apa-apa. Ini tanggung jawab kita semua," tandas Presiden.

Agar petani tidak jalan ditempat, lanjut SBY, harus dilakukan pengamatan dan pengamanan harga dipasaran.Sehingga petani tidak merasa dirugikan karena adanya permainan harga dari para pemodal besar.

Soal pemasaran hasil pertanian perlu dilakukan adanya kerjasama kemitraan dengan pengusaha besar. Sehingga kemajuan dibidang usaha kecil benar-benar mengena sasarannya, yakni menciptakan kesejahteraan rakyat dengan mengurangi angka kemiskinan.

Untuk kemajuan usaha di pedesaan dibutuhkan bantuan modal dan bimbingan teknis. Bantuan modal lebih banyak menjadi tugas dari pemerintah sementara bimbingan teknis diperlukan tenag-tenaga ahli dari lulusan perguruan tinggi.

Karena itu, SBY menghimbau kepada para sarjana untuk turun ke desa-desa memberikan bimbingan teknis kepada petani dan pelaku usaha kecil di desa-desa. "Saya minta para sarjana turun ke desa-desa memberikan bimbingan langsung kepada pelaku usaha di desa. Sarjana harus turut membangun ekonomi desa dan hanya bekerja di kota-kota. Di luar negeri, para sarjana juga turun ke desa-desa," paparnya.

Dalam acara panen lele di Kampung Lele Desa tegalrejo tersebut, SBY didampingi Ny Ani Yudhoyono serta sejumlah menteri seperti Menko Kesra Abu Rizal Bakri, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifulah Yusuf, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno serta Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali.

Dalam peninjauan dan panen ini, bantuan senilai lebih dari Rp 1,1 miliar diberikan Presiden untuk pengembangan budidaya lele. Bantuan Presiden senilai lebih dari Rp 1,1 miliar itu diwujudkan dalam bentuk 20 paket bibit induk lele dumbo strain Sangkuriang (300 ekor).

Subsidi benih juga diberikan untuk 15 juta ekor lele dan satu juta ekor nila senilai Rp 500 juta kepada Kelompok Karya Mina Utama Budidaya Lele Tegalrejo.

Kemudian bantuan penataan dan perbaikan prasarana kawasan perkolaman lele di Desa Tegalrejo senilai Rp 600 juta kepada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali.
Presiden juga menyematkan Satya Lencana Wira Karya kepada Ketua Kelompok Pembudidaya Lele, Darseno yang dinilai berjasa dan berhasil menyemangati dan mengkoordinir warga lain melakukan usaha budidaya lele.

Anas Syahirul

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X