SBI Akhir 2007 Bisa Capai Rp 300 Triliun


TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memperkirakan jumlah dana yang tersimpan di
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hingga akhir 2007 akan mencapai Rp 300
triliun.

"Kalau perekonomian tidak segera bergulir maka SBI pada akhir tahun bisa mencapai Rp 300 triliun, "kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam Rapat Kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI, Senin (26/2).

Burhanuddin memerinci dari dana SBI yang mencapai Rp 300 triliun itu berasal dari bunga yang harus dikeluarkan bank sentral sebesar Rp 25 triliun untuk SBI yang ada saat ini yang mencapai Rp 238,8 triliun, bunga SUN Rp 65 triliun dan tambahan modal dari luar (investasi) Rp 15 triliun.

"Ini memang situasi yang dilematis, "ujarnya. Permintaan sektor riil yang masih rendah dan risiko sektor riil yang meningkat serta terdistorsi struktur ekonomi. Yakni lebih mengarahnya pada padat modal daripada padat
karya dinilai sebagai pendorong tingginya penempatan dana di SBI."Kesenjangan antara perekonomian yang modern (padat modal) dengan perekonomian tradisional (padat karya) semakin tinggi, "kata Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, untuk mencapai perekonomian yang tinggi sangatlah tepat jika saat ini menggerakkan sektor korporat, BUMN dan UMKM. "Tahun ini (2007) tahun penentuan karena tahun ini dibekali dengan stabilitas makro 2006 yang membaik, "tandasnya.

Burhanuddin optimistis jika masalah struktural,iklim investasi,hukum dapat terselesaikan maka pertumbuhan ekonomi akan mencapai 6,3 persen. Jika tidak, dia memperkirakan pertumbuhan hanya akan mencapai 5,7 persen atau 6 persen.

Beberapa faktor risiko yang dihadapi tahun ini, lanjut dia juga terkait dengan tingginya inflasi tahun ini (di ambang batas target pemerintah sebesar enam plus minus satu persen) dan harga minyak yang masih tinggi.

"Kenaikan harga beras dan musibah banjir akan menyebabkan inflasi pada bulan-bulan pertama ini (2007) kemungkinan tinggi," katanya.

Suryani Ika Sari

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO