Presiden harapkan Pertumbuhan Ekspor


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Perdagangan memasang target pertumbuhan ekspor 2007 di bawah 14,5 persen. Padahal Presiden mengharapkan pertumbuhan ekspor tahun 2007 sebesar 20 persen atau lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2006 sebesar 19,7 persen atau senilai US$ 100 miliar.

Menurut Menteri Perdagangan, Mari Pangestu, pertumbuhan ekpor tahun 2007 diproyeksikan turun karena dipengaruhi pertumbuhan pasar dunia yang diperkirakan menurun menjadi 7,9 persen dibandingkan tahun 2006 sebesar 8,9 persen.

'Target 14,5 persen kita angap sebagai target minimal,' jelas Mari, usai rapat kerja terbatas dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Senin (26/2). Mari juga menjelaskan pasar ekspor menurun seiring prediksi turunnya lima harga komoditas primer seperti batu bara,CPO, karet alam, tembaga dan timah.

Menanggapi target tersebut Wapres Kalla menginstruksikan Departemen Perdagangan untuk tetap berupaya mencapai target pertumbuhan ekspor sebesar 20 persen. "Pemerintah ingin tetap dibuat upaya maksimal supaya (pertumbuhan ekspor) mencapai 20 persen," kata Kalla dalam keterangan persnya.

Kalla mengatakan, peningkatan sebesar 20 persen harus bisa dicapai. Apabila tidak dicapai, Kalla menilai Indonesia akan secara pelan ketinggalan negara-negara lain.

Kalla menyatakan dapat memahami target tersebut karena adanya berbagai kendala yang menghalangi pertumbuhan ekspor. Salah satu penyebab yang menurutnya membuat ekspor tahun ini menurun adalah menurunnya investasi pada 2005. Akibat penurunan investasi tersebut, lanjutnya, tambahan produksi tidak sebesar sebelumnya.

YULIAWATI,OKTAMANDJAYA WIGUNA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X