Penggabungan Departemen Tak Realistis
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Usulan penggabungan sejumlah departemen yang terdapat dalam draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Kementrian Negara dinilai tidak realistis. Sebab usulan itu tidak serta merta akan menyelesaikan masalah. "Kita tidak boleh berpikir penggabungan itu otomatis akan selesaikan masalah," kata Menteri Sosial Bactiar Chamsyah, usai mengikuti rapat dengan Panitia Khusus RUU enganggulangan Bencana, Kamis (1/3).
Pernyatan tadi disampaikan Bachtiar untuk menanggapi usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan menggabungkan Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan dalam draft RUU Kementrian Negara. Usulan itu diberikan dewan untuk mengefektifkan kinerja dan koordinasi dalam pemerintahan.
Bachtiar tak sependapat. Menurut dia tidak realistis bila Departemen Sosial dan Departemen Kesehatan digabungkan. "Kalau saya sebagai menteri sosial, berat," katanya.
Menurut Bachtiar keberadaan UU Kementrian Negara tetap diperlukan tetapi dibutuhkan sejumlah kelonggaran. "Beri peluang pemerintah untuk ikut menyusun," ujar dia.
Berkaca pada era pemerintahan Gus Dur, penghapusan Departemen Sosial membawa sejumlah implikasi, seperti nasib keberadaan pegawai yang sudah puluhan tahun berkarir. "Begitu juga dengan penggabungan departemen," ujarnya.
Ninin Damayanti
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Ngos-ngosan Naik Tangga? Performa Seksual Jelek
- Surabaya Butuh Rp 10 M buat Tutup Lokalisasi Dolly
- Ngaku Anak Kapolri, Wanita Ini Dipenjara
- Twitter Dipo Soal Franz Magnis Dinilai Tak Pantas
- Tunisia Tahan Amina Tyler, Demonstran Bugil
- Iran Melarang Perempuan Jadi Presiden
- Rumah Sakit Swasta Ini Batal Mundur dari KJS













