Inflasi Februari 0,62 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Lonjakan harga dan berkurangnya pasokan beras di pasar sejak Desember 2006 hanya mampu memicu inflasi Februari 0,62 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan laju tekanan inflasi Januari sebesar 1,04 persen. Padahal, pada awal Februari pun terjadi banjir besar yang menghambat jalur distribusi kebutuhan pokok.
Deputi Bidang Statistik Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) Pietojo menuturkan siang ini, bahwa untuk inflasi tahunan (antara Februari 2007 terhadap Februari 2006) tercapai 6,3 persen. "Sementara, inflasi Januari-Februari 1,67 persen," tutunya dalam keterangan pers di gedung BPS.
Dia menuturkan Lebih lanjut, inflasi komponen inti Februari 2007 adalah 0,56 persen, dengan inflasi komponen inti tahunan 5,98 persen dan inflasi komponen inti kalender 1,3 persen.
Menurut Pietojo, inflasi Februari disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan sebesar 0,84 persen, makanan jadi dan rokok 0,65 persen, perumahan listrik dan bahan bakar 0,8 persen.
Inflasi terjadi di 31 kota. Sedangkan deflasi dialami 14 kota. Inflasi tertinggi di Jayapura sebesar 1,76 persen dan terendah di Lhokseumawe 0,01 persen. Deflasi terbesar di Gorontalo 3,62 persen dan terkecil berada di Bengkulu 0,02 persen.
ANNE
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kini Senjata Api Rakitan Bisa Dibuat dari Plastik
- Kasus Potong 'Burung' Tak Hanya di Tangerang
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
Berita Utama Bisnis
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah













