Debat Kandidat Bupati Bekasi Dikritik


TEMPO Interaktif, Jakarta:

Enam pasangan calon bupati dan wakil bupati Bekasi dihujani kritik saat mengikuti acara debat kandidat yang berlangsung di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, pada hari ini.

Jadwal acara yang sebelumnya direncanakan mulai pukul 9.00 WIB molor sampai pukul 11.00 WIB. Ahli Ekonomi-Politik Anies Basedan, sebagai panelis dalam debat itu mengatakan, "Kalau molor beberapa menit tidak apa-apa, acara ini dimulai molor lama."

Keterlambatan itu menjadi bahan pertanyaan Anies kepada para kandidat, bagaimana mengelola waktu untuk merealisasikan program-programnya. "Kalau tidak punya komitmen waktu bagaimana," kata dia.

Keenam pasangan tersebut, adalah Wikanda Darmawijaya - Daeng Muhammad, Saleh Manaf - Omin Basyuni, Memet Rochamat - Jejen Sayuti, Sa'duddin - Darip Mulyana, Munawar Fuad - Adhi Firdaus, Nachrowi Solihin - Solihin Sari. Pemilihan bupati itu akan berlangsung 11 Maret mendatang.

Tahap pertama acara tersebut adalah mendengarkan program keenam pasangan kandidat. Setelah mendengar penjabaran para kandidat, Ahli Komunikasi Effendy Ghazali, sebagai moderator mengatakan, "Programnya semua tinggi-tinggi, belum ada yang langsung mengena."

Umumnya para kandidat menyoroti masalah pemerataan ekonomi, mendukung investasi, pengentasan kemiskinan, perbaikan layanan masyarakat, ketenagakerjaan, sampai menjanjikan program pendidikan murah bagi masyarkat kurang mampu.

Siswanto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X