Berita Terkait
Jakarta Akan Bangun Terowongan Air
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun terowongan air (reservoir) yang terintegrasi untuk mengolah air permukaan, air tanah dan limbah cair. "Juga untuk mengatasi masalah banjir," kata Wakil Gubernur Fauzi Bowo di Balai Kota Jakarta kemarin.
Foke-panggilan akrab Fauzi, mengatakan terowongan air itu akan dibangun berkapasitas 30 juta meter kubik. Panjangnya 17 kilometer dan diameternya 18 meter. Menurut Foke, terowongan itu sanggup menampung limpahan air banjir selama 18 jam.
Foke mengatakan proyek ini akan dibangun di daerah langganan banjir seperti Bukit Duri, Kampung Melayu, Manggarai, Pintu Air Karet, Grogol, dan Banjir Kanal Barat. Rencananya terowongan akan bermuara di Muara Angke. "Sistem ini juga bisa diintegrasikan dengan Banjir Kanal Timur," katanya.
Dihitung-hitung, proyek itu akan menelan dana sebesar Rp 4,37 triliun. Oleh sebab itu pemerintah Jakarta akan meminta bantuan pemerintah pusat, sebagaimana di Chicago yang pembagiannya 75 persen pusat dan sisanya kota itu. Adapun di Singapura proyek itu dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat.
Lagipula, "Proyek ini tidak membutuhkan pembebasan lahan," katanya seraya mengatakan rencana itu masih akan diuji kelayakannya.
Adapun Achmad Lanti, Ketua Badan Regulator Pelayanan Air Minum, mengatakan untuk menampung dan mengendalikan limbah domestik, terowongan itu akan berhubungan dengan sistem pembuangan limbah rumah tangga.
Terowongan itu, kata Achmad, juga bisa menjadi alat penyedia air bersih, yakni melalui proses daur ulang limbah cair yang diolah bersama cadangan air hujan yang tertampung.
Achmad mengatakan sistem terowongan semacam itu sudah diterapkan di kota-kota besar seperti Singapura dan Chicago, Amerika Serikat. "Di Chicago proyek ini berhasil membebaskan wilayah selatan dan barat kota itu dari banjir dan secara signifikan kurangi pencemaran air," katanya.
REZA MAULANA