Menteri Pendidikan Targetkan Buta Aksara ada 2009 Hanya Lima Persen
TEMPO Interaktif, Batam:Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo mengatakan 10,21 persen anak usia 15 tahun masih mengalami buta aksara pada 2005. Jumlah itu turun menjadi 8,07 persen di akhir 2006, dan pemerintah menargetkan tingkat buta aksara hanya 5 persen pada 2009.
"Penyebab utama buta aksara adalah kemiskinan," ujarnya
di hadapan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia di Batam, Jumat.
Daerah yang paling banyak anak buta aksara adalah di Jawa Timur kemudian Jawa Tengah, Sulawesi Selatan ( Bone ), Jawa Barat, Bali, NTB,NTT, Kalimantan Barat, dan Papua. " Daerah ini lampu merah," kata Bambang.
Selain soal buta aksara, dia juga mengungkapkan 30 persen ruang kelas wajib belajar rusak parah dan perlu perbaikan sesegera mungkin. Untuk memperbaikinya, pemerintah pusat menyiapkan anggaran 50 persen dari yang diperlukan, dan pemerintah daerah 50 persen. Rumbadi Dalle













