Berita Terkait
Penyerapan Anggaran Baru Lima Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Rendahnya penyerapan anggaran oleh departemen dan lembaga negara seperti yang terjadi tahun-tahun lalu kembali terulang.
Hingga bulan kedua anggaran 2007, menurut Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo, tingkat penyerapan anggaran masih sangat rendah, kurang dari lima persen.
"Yang belanja barang masih sangat kecil. Itu belum sampai 5 persen kalau nggak salah," kata Herry di Jakarta, Senin.
Namun, dia mengaku tidak hafal angka rupiahnya.
Mayoritas pengeluaran pada awal tahun, kata Herry, masih didominasi oleh penyerapan Dana Alokasi Umum untuk pemerintah daerah dan alokasi belanja pegawai. Belanja di kementerian dan lembaga masih sangat kecil karena penunjukan kuasa pembuat komitmen belum tuntas. Proses tender proyek-proyek pemerintah juga baru dimulai.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menurut Herry, sebenarnya sudah mendorong percepatan penyerapan anggaran dengan mengeluarkan surat kepada kementerian dan lembaga agar mempercepat penyerapan.
Sehingga, dengan tingkat belanja yang relatif rendah ini, tentunya posisi kas pemerintah masih aman untuk memenuhi kebutuhan belanja kementerian dan lembaga pada triwulan pertama 2007.
Posisi penerimaan pajak yang diterima kas negara, Herry melanjutkan, Rp 40-50 triliun. Penerimaan itu bersumber dari penerimaan pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan, tapi belum termasuk penerimaan pajak valuta asing.
Herry berharap, pada triwulan pertama 2007, tingkat penyerapan anggaran bisa mencapai 25 persen dari pagu anggaran, sehingga tingkat belanja bisa merata pada tiap triwulan. Menurut dia, kalau penyerapan tidak merata, akan berpengaruh pada kinerja pemerintah karena penyerapan menumpuk pada akhir tahun. "Itu yang tidak kami inginkan," tuturnya.
Departemen Keuangan, kata dia, terus mengimbau kementerian dan lembaga segera menyelesaikan proses penyerapan anggaran agar tidak terjadi penumpukan pada akhir tahun. Dia optimistis 90 persen dari anggaran 2007 terserap habis.
l AGUS SUPRIYANTO