Ciamis dan Gatut Rawan Longsor dan Banjir Bandang
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kabupaten Garut dan Ciamis adalah kawasan yang berpotensi mengalami longsor dan banjir bandang menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Lembaga itu menyebutkan di Kabupaten Garut ada 44 titik tanah longsor dan banjir bandang, disusul Kabupaten Ciamis sebanyak 28 titik.
Dalam pertemuan antara lembaga itu dengan Gubernur Jawa Barat, Danni Setiawan, Bupati Bogor, Walikota Bogor, Walikota Depok, dan Bupati Cianjur di Cisarua, Bogor, hari ini, disebutkan bahwa informasi itu perlu disampaikan agar kedua daerah waspada.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi, Ir. Surono, prakiraan potensi kejadian gerakan tanah, tanah longsor, dan banjir bandang adalah hasil perpaduan antara peta zona kerentanan gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi, Badan Geologi, Depertemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan peta Prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi dan Geofisika. “Hasilnya cukup memenuhi standar untuk perkiraan potensi terjadinya gerakan tanah,” kata Surono.
Surono menyebutkan Pusat Vulkanologi siap dihubungi kapan saja untuk melakukan survei ke satu daerah. Mereka akan mengirim tim tanggap darurat untuk menyelidiki penyebab dan mekanisme terjadinya tanah longsor dan banjir bandang.
Di Jawa Barat, kawasan lain yang rentan longsor dan banjir bandang antara lain: Bogor (11 wilayah), Sukabumi (14 wilayah), Cianjur (18 wilayah), Bandung (14 wilayah),Purwakarta (7 wilayah), Subang (6 wilayah), Sumedang (16 tempat), Tasikmalaya (23 daerah), Majalengka (8 wilayah), Kuningan (10 tempat), dan Cirebon (3 desa).
Surono menjelaskan khusus untuk daerah Bogor, kawasan rawan adalah Kecamatan Nanggung, Sukamakmur, Cariu, Megamendung, Cigudeg, Jonggol, Citeutreup, Cisarua, Babakan madang, dan Leuwiliang.
DEFFAN PURNAMA


