Berita Terkait
Mahasiswa Tuduh ITS Makelar Lapindo
TEMPO Interaktif, Surabaya:Lima puluh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) menggelar unjuk rasa di depan kantor rektorat kampus ini, Selasa (6/3). Mereka menuduh ITS menjadi makelar dalam kasus semburan lumpur Lapindo Brantas Inc di Porong Sidoarjo.
Untuk diketahui, ITS melakukan pendataan terhadap aset warga yang menjadi korban. Tetapi pendataan itu tidak bermanfaat bagi warga, karena tetap menderita dan tidak segera mendapatkan ganti rugi atas hilangnya aset mereka.
Karena itu pengunjuk rasa menuduh ITS menjual data aset warga ke pihak Lapindo.
"Itu artinya ITS membiarkan pihak lain mengetahui aset warga, padahal warga tidak segera mendapatkan manfaat atas pendataan itu," kata Yuli, mahasiswa ITS.
Pengunjuk rasa menggelar poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap kampus ITS dan pemerintah yang dianggap tidak bertanggung jawab atas terjadinya semburan.
Pembantu Rektor I ITS Dr Ahmad Jazidie mengatakan, tudingan mahasiswa adalah keliru. Sebab, pendataan yang dilakukan oleh tim ITS justru untuk memberi kepastian berapa aset warga korban semburan yang hilang, sehingga menjadi dasar agar mereka mendapat ganti rugi. "ITS membantu warga agar harta bendanya yang terendam semburan lumpur terdata dan mendapatkan ganti rugi," katanya. Sunudyantoro





