Berita Terkait



Jasa Marga Lepas Aset Setelah IPO

TEMPO Interaktif, Jakarta:Usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar PT Jasa Marga Tbk., melepas aset-aset jalan tol yang dikuasainya hampir pasti akan dilakukan setelah Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara memberi isyarat menyetujui langkah tersebut

Kendati, menurut Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu, pelepasan aset itu dilakukan setelah Jasa Marga melakukan penawaran umum saham perdana (IPO). “Ini karena keputusan Komite Privatisasi adalah menjual saham (terlebih dulu),” ujarnya di kemarin.

Prasyarat lain, Said melanjutkan, langkah Jasa Marga melepas ruas jalan tol kepada investor lain, harus didahului dengan pembentukan anak perusahaan. "Untuk langkah ini masih ada sisi hukum yang harus dilihat, karena itu milik negara," ujarnya. Said menambahkan, Jasa Marga juga bisa melaukan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru (right issue) setelah IPO.

Seperti diberitakan, Wakil Presiden melontarkan usulan agar Jasa Marga melepas seluruh ruas jalan tol yang dimilikinya ke pihak lain guna mendapatkan dana dalam pengembangan proyek-proyek baru. Menurut Kalla, ke depannya Jasa Marga tidak lagi berperan sebagai operator, tapi cukup sebagai pengembang.

Usulan ini mendapat kritikan dari banyak kalangan. Apalagi, pemerintah telah merencanakan untuk melepas sebagian saham Jasa Marga ke publik melalui pasar modal.

Ketua Asosiasi Tol Indonesia Fatchur Rahman berpendapat PT Jasa Marga tak perlu melakukan IPO. Setelah pemerintah memutuskan perusahaan milik negara itu melepas asetnya, Jasa Marga akan memperoleh kredit yang lebih besar. "Tidak perlu IPO, jual (aset) saja," katanya.

Analis Recapital Asset Management, Satrio Utomo, menilai tidak tepat jika pelepasan aset Jasa Marga sebelum IPO . "Karena kalau melepas aset terus IPO, harganya akan menjadi lebih kecil," katanya kepada Tempo.

Selain itu, dia melanjutkan, rencana right issue PT Adhi Karya yang terkait rencana inbreng dengan Jasa Marga juga akan menjadi kacau. "Jadi melepas aset sebelum IPO akan terlalu banyak yang dipertaruhkan," ujarnya.

Satrio menambahkan, IPO Jasa Marga justru akan membawa nilai positif bagi perseroan dan pemerintah. Alasannya, dengan langkah tersebut maka kemampuan perusahaan untuk berkembang menjadi lebih luas lagi. "Selain itu publik juga ingin mengetahui transparansi keuangan perusahaan milik pemerintah," ujar Satrio.

WAHYUDIN FAHMI