Investasi SAS Institute US$ 2 juta
TEMPO Interaktif, Jakarta:
SAS Institute Inc.,perusahaan pengembang piranti lunak aplikasi bisnis berencana akan menginvestasikan US$ 2 juta atau sekitar Rp 18,4 miliar untuk tiga tahun ke depan. Dana itu untuk mengembangkan pasar aplikasi bisnis di Indonesia.
Chief Operating Officer SAS Indonesia Erwin Chan mengatakan potensi pasar piranti lunak untuk aplikasi bisnis di Indonesia masih besar. "Terutama di sektor perbankan, telekomunikasi dan sektor publik karena mengalami pertumbuhan yang signifikan," kata Erwin kemarin.
Secara global, Chief Executive Officer SAS Jim Goodnight mengemukakan bahwa pendapatan SAS pada 2006 meningkat 12 persen menjadi US$ 1,9 miliar dibanding tahun 2005 sebesar US$ 1,7 miliar.
Kenaikan pendapatan itu disumbangkan dari penambahan 1.300 pelanggan baru yang masuk pada 2006, diantaranya Citi Info, Google Inc., Honda Motor Co., Ltd., HSBC Bank Canada, dan Texas Instrument France.
Kontribusi dari kawasan Asia Pasifik pada 2006 sebesar 10 persen dari total pendapatan SAS. "kami akan memperkuat pasar di wilayah ini pada 2007," ujarnya.
Langkah yang akan diambil oleh SAS untuk mencapai target itu adalah dengan memperluas jaringan distribusi dan menggabungkan teknologi solusi terbaik.
Eko Nopiansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
- Awak Pesawat Amerika Diizinkan Menginap di Aceh













