Menteri Sofyan Terganggu Newsdotcom


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil merasa terganggu dengan program acara Newsdotcom di sebuah stasiun televisi nasional. Namun ancaman somasi yang diungkapkannya Kamis (1/3) lalu ternyata belum direalisasikan.

Menurutnya, keinginan untuk melayangkan somasi itu bukan karena ingin membela presiden. Keinginan ini muncul sebagai sikap intelektualnya. "Sebagai intelektual, saya terganggu," kata Sofyan di Jakarta kemarin. Acara itu lebih banyak negatifnya dari pada positifnya.

Effendi Ghazali, penggagas acara Newsdotcom mengatakan tidak apa-apa jika Sofyan Djalil merasa terganggu dengan acara ini. “Tapi jika memang mau berdebat secara intelektual, mari buka jurnal-jurnal komunikasi politik,” kata Effendi.

Baginya, acara parodi politik itu ada di luar negeri dan justru efektif untuk penyampaian informasi politik, seperti The Daily Show with John Stewart. Effendi mengutip hasil penelitian Profesor Baym dalam jurnal Communication Politic 2005.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pers Bidang Etika Sabam Leo Batubara mengatakan, jika memang ada yang keberatan dengan suatu program acara, hendaknya mengajukan keberatan ke Dewan Pers. “Tapi tidak ada hak menteri untuk melarang acara itu,” kata Leo.

Menurutnya, jika ada pelarangan dengan sebuah siaran, maka hal itu melanggar hak masyarakat untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Acara itu adalah cerminan ketidakpuasan masyarakat atas kinerja pemerintah. “Pemerintah harusnya tahu itu,” kata Leoa.

Muhammad Nur Rochmi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X