Pemerintah Minta Agar Pemenang Tender Radar Diumumkan
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah meminta manajemen PT Angkasa Pura I segera mengumumkan pemenang tender pengadaan radar di empat bandar udara.
"Itu (lelang pengadaan radar) sudah dianggarkan dan alatnya juga diperlukan," kata Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Harry Susetyo kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Ia menjelaskan, sebagai pemegang saham Angkasa Pura I, pemerintah tak akan campur tangan dalam pelaksanaan tender. "Proses tender itu sepenuhnya kewenangan jajaran direksi."
Seperti diberitakan sebelumnya, tender pengadaan radar untuk bandar udara di Surabaya, Makassar, Banjarmasin, dan Balikpapan terkatung-katung selama tiga tahun. Akibatnya, menurut ketua panitia tender Angkasa Pura I, Joko Subagyo, proses tender diperiksa oleh tim Inspektorat Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
Namun, Harry menyatakan tim Inspektorat yang diturunkan bukan untuk menangani masalah lelang pengadaan radar, melainkan kasus lain. Penjelasan berbeda muncul dari sumber Tempo di Kementerian BUMN. Menurut dia, tim Inspektorat memang mengecek pelaksanaan prosedur tender, termasuk harga barang. "Yang penting harganya layak dan barangnya bisa digunakan," ujarnya.
Adapun sumber Tempo di Angkasa Pura I menuturkan ada pengaduan dari peserta lelang dari Prancis karena perusahaan pesaingnya diloloskan dalam seleksi teknis.
"Pesaingnya mengajukan tawaran harga yang jauh lebih murah," ucapnya. Perusahaan Prancis itu takut kalah tender karena menawarkan harga lebih tinggi. Peserta yang memprotes itu menguasai pasar pengadaan radar di Indonesia, baik untuk kepentingan militer maupun komersial. Pesaingnya dari Republik Cek, yang akan membangun pabrik radar di Malaysia beberapa bulan lagi.
Sumber di Kementerian BUMN tadi membenarkan ada pengaduan dari pemain lama radar di Indonesia asal Prancis. "Penawaran harga dari pesaingnya jauh lebih rendah. Bedanya sampai belasan miliar rupiah, deh."
Tapi Joko Subagyo kemarin mengaku belum mengetahui harga penawaran masing-masing peserta. Ia beralasan, "Panitia belum membuka amplop penawaran."
Budi Riza
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Telkom Ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste
- Ini Kriteria Pengganti Chatib Basri Pimpin BKPM
- SBY Resmi Lantik Chatib Basri
- Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan
- Teras Narang Minta Pabrik CPO Bantu Perbaiki Jalan
- PTPN X Targetkan Laba Naik sampai Rp 500 Miliar
- Kadin Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan













