Kotak Hitam Garuda Tak Bisa Dibaca
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Petugas Australian Transport Safety Bureau (ATSB) yang berpusat di Carnberra gagal membaca satu dari dua kotak hitam pesawat Boeing 737 seri 400 milik maskapai penerbangan Garuda yang mengalami musibah di Yogyakarta. Kotak hitam voice cockpit recorder (VCR) yang berisi rekaman percakapan antara pilot dengan copilot dan pilot dengan petugas menara, belum bisa dibaca.
"Kondisi VCR sudah rusak dan terbakar. Kami tidak mempunyai peralatan untuk membaca VCR yang sudah rusak. Atas dasar itu, VCR akan dikirim ke perusahaan Boeing di Seatle Amerika Serikat. Di sana tentu peralatannya lebih lengkap," kata Deputi Informasi ATSB, Alan Stray didampingi anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi Joseph Tumenggung, Minggu (11/3).
Sejauh ini ATSB hanya bisa membaca kotak hitam flight data recorder atau FDR. Data FDR, kata Stray, hanya berisi info grafis perjalanan pesawat termasuk kecepatan terbang, ketinggian pesawat, cuaca dan tekanan udara ketika pesawat hendak mendarat.
Ia menambahkan, sesuai jadwal, kotak VCR itu sudah akan tiba di perusahaan Boeing pada Senin (12/3). "Kami berharap perusahaan Boeing bisa segera membaca dan menyampaikan kepada kami maupun Komite Nasional Keselamatan Transportasi," kata dia.
Sementara itu Joseph Tumenggung mengatakan, untuk mengungkap penyebab kecelakaan Garuda GA-200 yang dipiloti oleh Kapten Marwoto, data di lokasi kecelakaan dinilai sudah cukup. Untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan, kata dia, Komite masih menunggu wawancara dengan pilot Marwoto yang saat ini kondisinya masih shock. SYAIFUL AMIN


