Tim Nasional: Tingkat Keselamatan Penerbangan Rendah


TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Nasional keselamatan dan keamanan transportasi menyatakan kesimpulan sementara bahwa tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia rendah. Hal itu akibat terdapatnya kelemahan laten sistem yang bersifat sistemik yang berpeluang jadi kegagalan aktif yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Terdapat tiga kelemahan yang perlu perbaikan menyeluruh yaitu pengetahuan kelembagaan, perilaku sumber daya manusia dan teknologi dibawah standar yang tidak memungkinkan mengaktifkan sistem terutama sistem navigasi.

"Banyak kelemahan yang menyerempet kode etik di semua sistem transportasi di darat,laut dan udara,"ujar juru bicara Tim Nasional, Oetarjo Diran, usai melaporkan hasil penyelidikan dunia penerbangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (12/3).

Rendahnya tingkat keselamatan timbul sejak adanya deregulasi di dunia penerbangan di Amerika Serikat pada tahun 2001. "Indonesia juga mengikuti deregulasi di AS," katanya.

Diran mengatakan, akibat deregulasi itu, terjadi peningkatan operasi penerbangan akibat jumlah penumpang pesawat terbang melonjak drastis dari semula 6 juta orang (2001) menjadi 34 juta orang (2006). "Karena peningkatan operasi penerbangan.ditemukan kelemahan sistemik yaitu sumber daya manusia, dana, dan waktu," ujarnya.

Direktur Utama PT. Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, hanya mengatakan, hasil investigasi tim nasional masih bersifat dini sehingga ia tidak bisa memberikan komentar.Namun ia tidak mau membenarkan atau menyalahkan hasil investigasi tim nasional. badriah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X