Berita Terkait
Saham Otomotif Siap Ngebut Lagi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Saham emiten otomotif di bursa Jakarta tampaknya kembali berpeluang membukukan kenaikan harga. Terbukti, dalam sepekan lalu, seiring dengan penurunan suku bunga perbankan yang terus berlanjut, investor kembali melakukan spekulasi beli pada saham otomotif. Alhasil, saham sektor otomotif, seperti PT Astra International Tbk., PT Tunas Ridean Tbk., dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk., kembali masuk radar para investor saham.
Sejak awal bulan hingga transaksi 9 Maret lalu, rata-rata saham otomotif mencatat kenaikan 6,78 persen. Kenaikan terbesar terjadi pada saham Tunas Ridean, yang naik 15,63 persen dari Rp 640 menjadi Rp 740 per lembar. Diikuti saham Astra International, yang naik 4,71 persen dari Rp 13.800 menjadi Rp 14.450 per lembar. Sedangkan saham Indomobil masih stagnan pada level Rp 760 per lembar.
Pengamat pasar modal Edwin Sebayang mengatakan, meski volume penjualan kendaraan bermotor mengalami penurunan pada Januari 2007, hal itu tidak menurunkan minat investor membeli saham otomotif di lantai bursa. "Dengan pertimbangan BI Rate kembali turun dan harapan berlanjutnya penurunan suku bunga kredit, permintaan kendaraan bermotor akan kembali membaik," katanya.
Menurut Edwin, penjualan kendaraan bermotor nasional pada 2006 memang anjlok menjadi 319 ribu unit dibanding 2005, yang mencapai 534 ribu unit. Penurunan ini merupakan akibat dari dampak lesunya bisnis otomotif pada semester pertama 2006 setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak sebesar 126 persen pada Oktober 2005. "Penjualan kendaraan bermotor akan tumbuh bila perbankan menurunkan suku bunga kredit dari level 15 persen," ujarnya.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia sebelumnya telah mentargetkan penjualan kendaraan nasional 2007 mencapai 360 ribu unit, naik 12,65 persen dibanding 2006. PT Toyota Astra Motor juga optimistis mampu menjadi pemimpin pasar otomotif dengan target pangsa pasar 34 persen. Sementara itu, PT Indomobil pada 2007 ini mentargetkan penjualan mobil sebanyak 88 ribu unit dengan pangsa pasar 20 persen.
Tunas Ridean memproyeksikan kredit pembiayaan kendaraan bermotor 2007 naik 50 persen dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 2 triliun dan diharapkan mampu membiayai 20 ribu mobil sepanjang 2007.
Melihat prospek usaha bisnis otomotif ini, Edwin merekomendasikan beli pada saham Astra International karena berpotensi menuju Rp 17 ribu per lembar. "Untuk saham Tunas Ridean dan Indomobil, wait and see dulu. Karena saham ini tergolong kurang likuid," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Rafdi Prima, analis Sarijaya Permana Sekuritas. Menurut dia, investor lebih baik beli saham Astra International karena pangsa pasarnya lebih besar. "Selain itu, kinerja keuangan didukung anak perusahaan yang tumbuh bagus," katanya.
MUCHTAR WIJAYA (PDAT)