Pemilu 2009, KTP Nasional Jadi Kartu Pemilih


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menargetkan kartu tanda penduduk (KTP) Nasional dan basis data kependudukan selesai pada 2009. Dengan demikian, menurut Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan, Abdul Rasyid Saleh, pada Pemilu 2009 pemerintah tidak perlu mencetak kartu pemilih. "Pembuatan kartu pemilih itu pemborosan anggaran," katanya kepada pers di Jakarta, Selasa.

Dia mencontohkan pada pemilihan kepala daerah di Gorontalo, dana untuk mencetak kartu pemilih mencapai Rp 8 miliar. "Itu baru untuk satu provinsi. Berapa dana yang harus dikeluarkan APBN untuk semua provinsi," katanya.

Nantinya, menurut Rasyid, KTP juga menjadi acuan dalam pencetakan surat ijin mengemudi, surat tanah, dan lain-lain. Eko Ari Wibowo

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Nah itu dia, sampe sekarang aku belum dengar tentang KARTU PEMILIH dan Kartu undangan, apalagi TPS nya, aku juga gak tau dimana tuh . Padahal sich, dulu2 (yang lalu2) aku selalu ikut milih dan dapet surat undangan dan kartu pemilih . Kali ini ??????? tau achh.
0
0
jadi keputusan akshirnya perlu kartu pemilih atau tidak?
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X