Hatta Rajasa: Jangan Ada Kompromi Soal Perawatan


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menilai perawatan pesawat di PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia sudah sangat memadai dan modern. Ia berjanji di masa mendatang akan memperketat pengawasan untuk meningkatkan level keamanan tanpa memberi kompromi kepada semua maskapai dalam hal perawatan pesawat.

Hal tersebut diungkapkannya usai melakukan inspeksi mendadak di GMF dan ke beberapa gerai di bandara Soekarno-Hatta, Rabu (14/3) sore. Hatta memberi penjelasannya di depan terminal E dan F, didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Budi M Suyitno.

Menurutnya, fasilitas di GMF ini sudah sangat memadai dan memenuhi standar, serta tergolong modern. Hal paling penting yang diharapkan Hatta adalah GMF bisa bekerjasama dengan tidak memberi kompromi dalam hal jadwal perawatan pesawat.

“Saya ingin memastikan adanya indikasi atau masukan yang mengatakan beberapa airlines itu kadang-kadang berkompromi terhadap maintenance,” katanya. Ia mencontohkan bahwa seharusnya bagian pesawat yang diganti 50 persen, tetapi dikompromikan dulu dengan hanya menggantinya 30 persen.

Saat ini, lebih dari 60 persen pesawat di Indonesia dirawat di GMF. Sisanya dikerjakan diluar GMF, tetapi masih dalam wilayah Indonesia. Hatta juga memastikan semua tempat perawatan pesawat ini akan diperiksa standar dan sertifikasinya.

Jika dalam pemeriksaan itu ditemukan indikasi kompromi, maka pihaknya tidak akan segan-segan menutup fasilitas tersebut. “Karena maintenance ini adalah rangkaian keselamatan penerbangan.”

Direktur Utama PT GMF AeroAsia Agus Sudarja menjelaskan, saat ini terdapat 2.500 personil di perusahaannya yang bertugas melakukan perbaikan dan perawatan mesin. Sejumlah klien domestiknya antara lain Garuda Indonesia/Citilink, Merpati Nusantara, Lion Air, Mandala, Bouraq, Batavia, Adam Air, Airfast, Pelita Air, Repex, Jatayu, Pos Prima, dan Star Air. Sedang klien international di antaranya Air Sahara, Orient Thai, Phuket Airlines.

Hatta mengatakan inspeksinya ini merupakan tindak lanjut dari temuan Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT), mengenai indikasi kompromi dalam proses maintenance pesawat.

Ia menambahkan, salah satu upaya meningkatkan keselamatan ialah Dirjen Perhubungan Udara akan melakukan pemeringkatan terhadap seluruh airlines. Pemeringkatan itu akan tergantung pada seberapa besar maskapai ini mengikuti prosedur dan aturan keselamatan.

Artinya, ia menjelaskan, ini menyangkut hasil-hasil audit manajemen perusahaan. Audit ini telah dilaksanakan dan akan diselesaikan secepatnya dalam waktu dekat ini. “Mereka yang belum memenuhi akan diberikan waktu. Jika belum bisa, akan dinyatakan tidak layak,” katanya sambil menambahkan bahwa pengawasan kepada sumber daya manusia juga akan dilakukan. Irmawati

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X