Indonesia-Jepang Kembangkan Alat Penjaga Kestabilan Listrik


TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia dan Jepang bekerja sama mengembangkan sistem untuk menjaga kestabilan listrik.

Kerja sama itu tertuang dalam bentuk nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala Balitbang Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Nenny Sri Utami, dan Direktur Eksekutif New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang, Takahiko Yamamoto di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta, Rabu (14/3).

Nenny menjelaskan, sistem itu dikembangkan karena tegangan listrik dari PT PLN (Persero) turun saat disalurkan ke konsumen. Penurunan tegangan terjadi karena adanya susut jaringan transmisi dan distribusi. "Tahun 2006 susut jaringan pada transmisi sebesar 2,27 persen dan pada distribusi 9,28 persen," kata Nenny.

Padahal, tutur Nenny lebih lanjut, listrik paling banyak digunakan siang hari terutama oleh industri yang beroperasi 24 jam. Selama ini banyak industri yang mengeluhkan penyaluran listrik PLN tidak stabil.

"Untuk itulah maka sistem yang terdiri dari panel surya (solar PV), batere dan high speed circuit breaker ini dikembangkan. Dengan sistem ini, dalam kurun waktu 10 mili second tegangan listrik sudah bisa normal," papar dia.

Menurut dia, sistem ini sangat berguna untuk industri-industri yang memerlukan tegangan listrik yang stabil, seperti pabrik kertas dan tekstil.

Yamamoto menambahkan, untuk pengembangan sistem ini, NEDO Jepang menghibahkan 500 juta yen. Senilai 200 juta yen dalam bentuk peralatan sistem. Sisanya, untuk peralatan pendukung lain. "Selain itu, tenaga ahli NEDO juga akan membantu peneliti Balitbang," kata dia.

Peralatan tersebut akan ditempatkan di PT LEN (Persero), yang telah mengembangkan industri solar PV. Periode uji coba selama dua tahun akan diawasi oleh peneliti Balitbang dan tenaga ahli dari Jepang.

NIEKE INDRIETTA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO