BNI Berjanji Akan Selektif


TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk., Sigit Pramono menegaskan secara selektif mengucurkan kredit terkait pelonggaran aturan oleh Bank Indonesia. Perhatian khusus akan diberikan untuk para pengusaha bermasalah.

Kendati, menurut Sigit, pengusaha yang kreditnya bermasalah karena faktor
eksternal seperti kurs bisa mengajukan kredit kembali. "Misalnya kena kurs, yang dulu Rp2.500 lantas sempat Rp10.000. Ini kan faktor eksternal," kata dia kepada wartawan di Gedung Bank Indonesia Kamis (15/3).

Upaya tersebut, Sigit melanjutkan, menyongsong rencana Bank Indonesia untuk melonggarkan aturan kredit pada awal April nanti. Menurut dia, bank sentral melakukan ini untuk mendorong bergeraknya sektor riil, yang terhambat karena seretnya kucuran kredit.

Dalam jumpa pers dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah yang berlangsung hari ini, terungkap rencana pelonggaran pemberian kredit itu. Juga diungkapkan ada empat bank yang memiliki kontrol manajemen risiko yang kuat dan 89 bank yang kontrolnya masih memenuhi kriteria Bank Indonesia.

Sigit menegaskan, pengusaha atau perusahaan yang bermasalah kreditnya dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia dan terkena kasus hukum, tidak akan mendapat kredit dari BNI. "Ya jangan dikasih dong," kata dia.

Menurut dia, ini nantinya akan menjadi keputusan pada tiap bank. "Tentunya dengan mengikuti panduan yang diberikan Bank Indonesia," kata dia. Ia mengaku tidak tahu empat bank yang dimaksud BI memiliki kontrol manajemen risiko yang kuat. "Itu rahasia BI," kata dia.

Budiriza

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO