Berita Terkait
Seratus Juta Penduduk Tak Punya Akses Air Bersih
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Juru bicara lembaga donor Amerika Serikat (Usaid), Farah Amini, memperkirakan seratus juta penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap air bersih. Minimnya akses tersebut mengakibatkan 130 ribu anak meninggal karena diare setiap tahunnya.
"Diare disebabkan air kotor yang tercemar bakteri E-coli dan perilaku buruk sanitasi," ujar Farah di sela acara peringatan Hari Air Sedunia di Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (18/3).
Ia menjelaskan, minimnya akses air bersih tersebut terjadi akibat daya tampung air tanah yang berkurang. "Ketika hutan beralih fungsi, tidak ada lagi yang menahan air tanah."
Koordinator Program Pelayanan Lingkungan Usaid, Erwinsyah, mengatakan apabila daerah hulu tidak diperbaiki mulai sekarang, Indonesia akan mengalami kekurangan air. Erwin memperkirakan 30 juta hektar hutan Indonesia dibabat setiap tahunnya. "Tidak sampai 10 tahun hutan sudah habis dan kita akan kesulitan mendapatkan air," katanya.
Program reboisasi yang dilakukan pemerintah, kata Erwin, tidak berpengaruh besar karena percepatan perusakan hutan jauh lebih cepat daripada percepatan perbaikan. Untuk itu, Erwin mengusulkan dilakukan program Payment Enviromental Services. Program ini mengharuskan pemilik usaha yang berada di daerah hilir membayar tiap tetes air yang mereka gunakan kepada masyarakat hulu. "Semua usaha seperti air mineral, restoran, hotel dan industri, harus memberikan kompensasi. Bentuknya bisa dalam rupiah, nantinya akan dipakai untuk konservasi daerah hulu," ujarnya menjelaskan.
Penduduk Indonesia juga sulit mendapatkan air bersih karena sebagian besar air dipakai oleh pengusaha untuk kebutuhan industri. "Warga sekitar sulit mendapat air yang tidak tercemar. Sebagian besar terkena limbah industri dan bakteri," katanya lagi.
Erwin mengharapkan penduduk Indonesia mulai menanam pohon. "Dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Kalau setiap penduduk menanam satu pohon yang bisa menyerap 10 liter air, kebutuhan air kita akan terpenuhi."
Dalam peringatan Hari Air Sedunia ini, puluhan siswa membagikan 2.007 bibit tanaman gratis kepada para pengendara mobil di jalan alternatif Cibubur. Mereka adalah para siswa yang berasal dari SMA Negeri 2, SMA Negeri 6, YPI 45 dan SMA Al-Azhar 4 Kemang Pratama, Bekasi. Peringatan juga dilakukan dengan melakukan aneka penelitian mengenai masalah air. Reh Atemalem Susanti