Bakteri E-Coli Cemari 68 Persen Air Jakarta


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Warga Jakarta harus semakin berhati-hati menggunakan air, karena saat ini setidaknya 68 persen air di wilayah ini telah tercemar bakteri E- Coli. "Bakteri ini berasal dari tinja manusia yang langsung masuk ke dalam tanah," ujar juru bicara lembaga donor Amerika Serikat (USAID) Indonesia, Farah Amini, kepada Tempo di sela acara peringatan Hari Air Sedunia di Cibubur, Ahad (18/3).

Menurut Farah, pencemaran itu terjadi akibat pembuatan septic tank yang tidak benar. “Bahkan banyak warga Jakarta yang tidak memilikinya.” Kalau pun ada, jarak penampung limbah itu terlalu dekat dengan sumur.

Parahnya kondisi ini membuat Farah khawatir Indonesia akan menjadi “negara septic tank”. "Tiap lima meter ada septic tank.” Dan lebih parah lagi, karena bak-bak penampung dalam tanah itu belum tentu dikuras dengan teratur. “Bagaimana bisa menguras kalau gang di rumahnya sempit dan mobil penyedot tinja tidak bisa masuk?" katanya.

Untuk memutus rantai perkembangan E-Coli, ia menjelaskan, air harus dimasak dengan baik dan selalu tertutup. "Dan yang terpenting cuci tangan dengan baik setelah buang air besar."

Tapi lebih luas lagi, Farah mendesak pemerintah harus punya sistem sanitasi terpadu, sehingga kesehatan masyarakat lebih terjamin. "Misalnya dengan membuat septic tank komunal dan sistem sanitasi perkotaan." Reh Atemalem Susanti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X