Peserta Askes Lebih Baik Diperluas
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia, Haryanto Dhanutirto mengatakan PT Asuransi Kesehatan (Askes) seharusnya bisa memperluas tingkatan peserta asuransi. Askes tidak membatasi peserta dari pegawai negeri sipil dan orang miskin, tapi juga orang-orang dari kemampuan ekonomi menengah ke atas. “Sehingga ada subsidi silang dari orang kaya ke orang miskin,” katanya dalam rapat dengar pendapat di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (20/3).
Menurut Danu, panggilannya, cakupan peserta asuransi pun bisa semakin ditingkatkan. Saat ini, PT Asuransi Kesehatan hanya menjangkau 60 juta penduduk. “Itu pun pembayarannya seret,” katanya.
Dengan subsidi silang akan lebih banyak penduduk yang dijangkau asuransi kesehatan. “Selama ini, banyak uang asuransi kesehatan lari ke luar negeri karena banyak warga yang memilih asuransi asing,” kata mantan menteri kesehatan ini.
Asuransi Kesehatan, kata dia, bisa menjadi jawaban dari masalah biaya kesehatan di Indonesia. Dengan asuransi, peserta tak akan menghadapi persoalan seperti biaya obat dan dokter yang tinggi. “Tak akan ada obat mahal kalau asuransi bisa berjalan,” katanya.
PRAMONO













