Berita Terkait
Nyepi Tanpa Ogoh-Ogoh di Jakarta
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Perayaan Nyepi di Jakarta tahun ini dilakukan tanpa arak-arakan Ogoh-ogoh atau patung mahluk yang melambangkan sifat jahat manusia. Salah seorang pengurus Pura Mustika Dharma Cijantung, Jakarta Timur, Nengah Swardika, mengatakan itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan umat atas berbagai bencana alam yang terjadi di DKI Jakarta.
Nengah yang ditemui siang ini di Pura Mustika Dharma Cijantung, Jakarta Timur, mengatakan arak-arakan Ogoh-ogoh membutuhkan biaya yang besar. "Padahal ada saudara kita yang lain yang sedang membutuhkan, sepertinya tidak menghormati sekeliling juga,” katanya.
Berbeda dengan perayaan di Bali, Ogoh-ogoh tetap diarak. “Di Bali lebih menonjolkan aspek budaya," ujarnya
Ketua Prisada Hindu Dharma DKI, Ketut Bantas S.Ag, mengatakan kesakralan Nyepi tak berkurang tanpa Ogoh-Ogoh. Saat ini umat Hindu di DKI Jakarta lebih berkonsentrasi pada ibadah Mekiyis atau Melis atau Melasti. Yaitu pemujaaan yang dilakukan terhadap sumber air, yang telah dilakukan di Pura Segara Cilincing kemarin.
CHETA NILAWATY





