Banjir Rendam 21 Desa di Kabupaten Belu


TEMPO Interaktif, Kupang:Sedikitnya 21 Desa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) terendam banjir setelah hujan deras melanda sebagian pulau Timor beberapa hari terakhir. Tidak ada korban jiwa, namun ribuan rumah penduduk dan tanaman pertanian tergenang setinggi 1 meter lebih.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Arnold Bria, yang dihubungi Selasa mengatakan, banjir bersumber dari luapan sungai Benenain yang membawa air kiriman dari Kabupaten Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan.

"Akibat banjir, ribuan warga terpaksa mengungsi sementara
ke lokasi yang lebih tinggi sambil menunggu genangan air
surut," kata Arnold.

Menurutnya, pemerintah setempat telah mendistribusikan berbagai bantuan darurat untuk membantu para korban seperti pangan dan air bersih. "Kami juga telah mengirim tiga unit tangki air, dan dokter," ujarnya.

Lokasi terparah dalam musibah banjir kali ini yakni di Kecamatan Malaka Barat meliputi 13 desa, Kecamatan Weilemar 4 desa, dan Kecamatan Malaka Tengah 5 desa.

Menurut Camat Malaka Barat, Remigius Asa, banjir mulai terjadi sejak Sabtu lalu. "Daerah kami berada persis di
muara sungai Benenain," katanya. Jems de Fortuna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X