Indonesia Punya Posisi Tawar Kuat Menghadapi Singapura
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan akan tetap bersikap tegas dan keras untuk menyelesaikan pembicaraan perjanjian kerjasama pertahanan (Defense Cooperation Agreement-DCA) yang masih alot dengan Singapura. Alasannya, Indonesia mempunyai posisi tawar yang tinggi dibandingkan Singapura.
"Kami akan bertahan pada posisi dasar bahwa syarat perjanjian harus menguntungkan Indonesia," ujar Juwono usai Seminar Air Power di Komplek Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Rabu (21/3).
Ketegasan ini terlihat dalam penolakan atas beberapa pasal, salah satunya mengenai kerangka waktu perjanjian. Juwono menyatakan menolak jangka waktu perjanjian hingga 25 tahun seperti keinginan Singapura. "Kami ingin setiap lima tahun untuk setiap perjanjian. Sedangkan mereka ingin memanfaatkan perjanjian untuk efisiensi anggaran. Kita tolak," ujar Juwono.
Menurut bekas Duta Besar Indonesia untuk Inggris tersebut, Indonesia berkeras dengan jangka waktu lima tahun karena pertimbangan siklus pemerintahan Indonesia yang hanya lima tahun. Dalam konteks pemerintahan lima tahunan, maka setiap perjanjian akan dipolakan lima tahunan pula. Sehingga bila ada penghentian, harus ada pemberitahuan kepada pihak yang terlibat dalam perjanjian.
Hingga kini pembicaraan kedua negara masih belum selesai, meskipun sudah melalui beberapa putaran sejak pemerintahan Presiden Megawati. Kedua negara belum mencapai kesepakatan mengangkut beberapa pasal dalam perjanjian itu.
Selain masalah jangka waktu, hal yang masih menggantung terkait keterlibatan pihak ketiga dalam latihan, wilayah latihan militer dan pembiayaan, hak tradisional, serta yuridiksi perjanjian. Dewan Perwailan Rakyat dan pengamat menghendaki Departemen Pertahanan lebih tegas dan jangan terlalu mengalah pada keinginan Singapura.
Juwono menyatakan bila Singapura masih tetap bersikeras, Indonesia masih mempunyai senjata. Senjata yang dimaksudkan adalah posisi tawar Indonesia yang cukup kuat. Bila Indonesia tidak menyepakati perjanjian, Singapura tidaak akan mempunyai keabsahan terhadap sesuatu yang mereka kehendaki. "Posisi kita lebih kuat," tegas Juwono.
Masalah DCA ini tidak akan dibicarakan dalam pertemuan Menteri Pertahanan se-ASEAN dalam waktu dekat ini. Menurut Juwono, pertemuan tersebut hanya merupakan pertemuan informal dan tidak akan membicarakan tentang masalah bilateral. Dian Yuliastuti
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Persebaya 1927 Bubar? Ini Kata Manajemen
- Orang Tua Darin Mumtazah Overprotektif
- Liu Lingchao, si Manusia Siput dari Cina
- Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Ingin Traktir Guru
- Survei: Jerman Negara Terpopuler di Dunia
- Korban Serangan Brutal di London Tentara Baik Hati
- Istana Nilai Protes Penghargaan SBY Salah Kaprah













