Ketua MPR : Pimpinan Bulog Jangan Mau Jadi Sapi Perah


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar penggantian Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Widjanarko Puspoyo dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. "Pak Widjan terdakwa karena kasus hukum, maka penggantianya pun harus sesuai aturan hukum yang ada,” ujarnya di Gedung DPR, Rabu (21/03).

Hidayat juga mengharapkan pergantian pimpinan bulog tidak mengulangi kasus yang terjadi sebelumnya. "Calon pimpinan Bulog harus waspada, jangan mau menjadi sapi perah,” katanya. Ia juga berharap agar partai politik tidak mengacaukan pergantian pimpinan bulog dengan menghadirkan sapi perah baru.

Senada dengan itu, anggota DPR dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini, menekankan pentingnya mekanisme pergantian itu ditaati. "Jangan terburu-buru dan terkesan memanfaatkan momentum yang ada,” katanya.

Adapun Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyebut Mustafa Abubakar, salah satu calon kuat pengganti Widjanarko, sebagai figur yang profesional. "Dia berhasil ketika menjadi pejabat (pelaksana tugas Gubernur Aceh)," kata priyo.

Selain itu, Priyo juga membela Widjanarko, yang sekarang ditahan karena kasus impor sapi fiktif. Menurutnya Widjanarko belum tentu bersalah. "Bisa jadi kesalahan administratif," ujarnya.

Ia menilai selama ini Widjanarko termasuk orang yang cukup serius membersihkan Bulog dari korupsi. Karena itu ia minta Kejaksaan Agung tidak mengada-ada dan bekerja berdasarkan fakta. Gunanto E.S

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X