Korea Utara Menuding Jepang
TEMPO Interaktif, Beijing:Korea Utara kemarin menuding Jepang mencoba melakukan sabotase atas proses perundingan enam pihak dalam program nuklirnya. Demikian diisyaratkan oleh Pyongyang lewat kantor berita KCNA, salah satu jendala utama negeri itu.
Pyongyang menuduh "seperempat penguasa dan kekuatan sayap kanan di Jepang" tidak ingin semenanjung Korea menjadi bebas dari nuklir.
Tokyo selama ini minim sekali menunjukkan antusiasme soal kemajuan terakhir dalam perundingan yang bertujuan mengakhiri program senjata nuklir Korea Utara terkait belum terselesaikannya aksi penculikan negara komunis itu di masa lalu terhadap warga Jepang.
Korea Utara memang mengakui menculik 13 warga Jepang pada era 1970-an dan 1980-an buat dilatih sebagai agen rahasia. Lima korban telah dikembalikan dan keluarga yang lain mengatakan mereka telah tewas. Tapi Jepang tetap yakin korban lainnya masih hidup dan masih ada lagi warga Jepang yang diculik dibanding yang diakui Pyongyang.
Tokyo tetap mempersoalkan itu. Sampai kasus penculikan belum terselesaikan, mereka tak bakal membantu mengucurkan dana seperti yang disepakati dalam keputusan dari perundignan enam pihak pada 13 Februari lalu. Saat itu diputuskan Korea Utara bakal menerima bantuan lebih dari satu juta bantuan bahan bakar minyak ditukar perlucutan senjata.
"Kami akan tetap dalam kebijakan yang sama bahwa kami tak akan membantu pendanaan bantuan energi tanpa adanya kemajuan (dalam isu peculikan)," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe kepada parlemen Senin lalu.
Kepala utusan Amerika Serikat dalam perundingan enam pihak, Christopher Hill, kemarin mengatakan Washington bakal mendukung Jepang dalam penyelesaian soal penculikan, dan menegaskan sengketa itu seharusnya tidak menganggu perundingan perlucutan nuklir. AFP/AP/dwi arjanto
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pendiri Grup Band The Doors Tutup Usia
- David Karp, 'Drop Out' SMA yang Kaya dari Tumblr
- Kiki Amalia Terima Dana dari Fathanah via BCA
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja













