Kepolisian Resmikan Laboratorium DNA
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto pagi ini, Senin (26/3)), meresmikan laboratorium DNA (Deoxiribo Nuclead Acid) dan Sekretariat disaster victim identification (DVI) di Pusat Pemeriksaan Kesehatan Markas Besar Kepolisian RI di Cipinang, Jakarta Timur.
Pembangunan laboratorium senilai dua juta dolar Australia itu berdasarakan kebutuhan untuk mengumpulkan DNA para pelaku tindak kriminal seperti terorisme dan pengedar narkoba dalam sebuah data yang lengkap. Laboratorium ini direncanakan sanggup mengolah 500 sampel DNA dalam satu hari.
Laboratorium tersebut akan melengkapi tugas DVI dalam menangani proses investigasi korban bencana dilengkapi dengan fasilitas identifikasi berdasarkan profil suku dan sidik jari. Selain itu, dilengkapi juga dengan fasilitas penelitian penyakit menular seperti flu burung dan hepatitis.
Menurut Sutanto, laboratorium DNA tersebut sudah memenuhi standar internasional. "Ini seperti yang ada di Australia dan Jerman," kata Sutanto.
Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Kepolisian Australia (AFP) Commissioner Michael Joseph Keelty, Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer, dan Kepala Dokter Polisi Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Edi Saparwoko.
Muslima Hapsari
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Peneliti Remaja Indonesia Borong 3 Medali Emas
- KPK Diminta Usut Dugaan Korupsi di Ditjen Kebudayaan
- Marquez Raih Pole Position di Moto GP Perancis
- Pesona Keindahan Danau Tempe
- Mundur, RS Admira Beralasan Tarif Baru KJS
- Studio Film James Bond Undang Produser Indonesia
- Ahmad Fathanah Doyan ke Kafe Dangdut?













