Dephan Tak Temukan Indikasi Korupsi MI-2


TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan pihaknya tidak menemukan adanya persoalan korupsi dalam pengadaan pembelian pesawat Helikopter MI-2. Kendati demikian, dia akan segera memberikan penjelasan masalah pengadaan itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sampai sekarang tidak ada temuan korupsi MI-2," kata Juwono usai menghadiri Kongres Legiun Veteran RI, Senin.

Meskipun tak ada indikasi korupsi, tapi dia mengakui pengadaan helikopter dari Rusia tersebut memang agak bermasalah. "Saya akan klarifikasikan pengadaan dan pembelian sejak 2000 sampai 2005. Tetapi indikasi tidak ada korupsi," tegas Juwono.

Bekas duta besar Indonesia untuk Inggris tersebut menyatakan akan membeberkan seluruh proses pengadaan helikopter seharga US$11 juta tersebut. Tetapi penjelasan tersebut bukan proses korupsinya. "Segera setelah Pak Taufiqqurahman Ruki pulang dari Afrika," ujar Juwono.

Pengadaan Helikopter yang ditandatangani 2002 itu dinilai bermasalah oleh Komisi Pertahanan. Dalam rapat dengar pendapat jajaran TNI Angkatan Laut, Komisi Pertahanan merekomendasikan agar panitia kerja dan panitia anggaran untuk mengusut persoalan pengadaan 16 helikopter tersebut.

Tetapi hingga kini, Komisi Pertahanan belum juga memutuskan untuk mengusut masalah itu melalui jalur politik dengan pembentukan panitia kerja helikopter untuk TNI Angkatan Laut itu. Dian Yuliastuti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X