Serapan ORI 002 Dipatok Sesuai Kuota
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menegaskan penyerapan besaran obligasi negara retail (ORI) 002 akan dipatok sesuai dengan kuota penjatahan yang telah diberikan kepada 16 agen penjual.
Sebelumnya, pada penutupan masa penawaran ORI 002, jumlah penawaran yang telah masuk ke agen penjual mencapai Rp 7,2 triliun.
Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan, Rahmat Waluyanto, pemerintah jelas tidak akan menyerap semua penawaran yang masuk. Karena skenario penjatahan tetap dihitung sesuai dengan besaran jatah maksimal kepada masing-masing agen penjual.
"Jadi perhitungannya seperti itu, angka pastinya nanti akan diumumkan Senin (hari ini) sore karena harus dikonsultasikan dulu dengan Menteri Keuangan," katanya dihubungi Tempo kemarin.
Kuota yang diberikan kepada 16 agen penjual, besarannya berkisar Rp 100-800 miliar. Penjatahan ini sudah disesuaikan dengan realokasi ORI 002 yang sebelumnya tidak diserap oleh agen penjual.
Menurut dia, investor yang membeli ORI 002 di agen-agen penjual yang sudah memenuhi kuota sudah diberitahukan sebelumnya bahwa ada kemungkinan besar akan dicoret dari penjatahan. . Namun ruang penawaran tetap diberikan karena sewaktu-waktu ada kemungkinan investor yang membatalkan penawaran saat masa penawaran masih berlangsung.
Pengamat Ekonomi Standard Chartered Bank Fauzi Iksan menilai permintaan yang berlebih investor terhadap ORI 002 memang harus di patok sesuai dengan kebutuhan pemenuhan defisit. Serapan itu harus disesuaikan dengan ruang bagi investor lain dan efektivitas penerbitan ini sehingga likuiditas di pasar tidak menjadi sia-sia. "Nanti kalau ada kelebihan tetapi tidak dibutuhkan pemerintah kan sia-sia," kata dia.
ANTON APRIANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













