Berita Terkait
Hasyim Muzadi: Seharusnya Indonesia Abstain
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sikap Indonesia mendukung resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran banyak ditentang. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi menyayangkan sikap Indonesia yang mendukung resolusi yang dilakukan PBB terhadap Iran. Mestinya, kata dia, Indonesia bersikap abstain. "Kalau mendukung akan beresiko ditinggalkan teman-temannya," katanya kepada wartawan di Istora
Senayan saat menghadiri Harlah Muslimat NU, Kamis (29/3).
Dia menambahkan negara sahabat yang akan meninggalkan itu adalah negara-negara Organisasi Konfrensi Islam (OKI) dan negara gerakan Non blok. Namun, lanjut dia, kalau menentang juga akan beresiko. "Karena ketergantungan Indonesia terhadap Amerika Serikat besar sekali. Maka sebaiknya abstain," katanya. Hal itu, kata dia, tidak akan melukai Iran.
Dukungan itu, ujar Hasyim, dengan sendirinya Iran menjadi enggan mendekat ke Indonesia. Apalagi, tutur dia, Iran memiliki kaki di mana-mana. Dengan Syiahnya, kata dia, berada di Palestina, Libanon Selatan, Iraq, dan negara-negara teluk. "Ini menjadi embrio untuk mengambil jarak
dengan Indonesia," katanya.
Sebenarnya, kata dia, Iran ingin berkiblat ke Indonesia karena moderatnya sistem. "Iran sudah jenuh dengan ekstremitasnya. Mereka ingin muslim yang moderat," katanya. Moderat, kata dia, artinya mau menjaga dirinya
sesuai dengan mukadimah UUD. "Tapi ternyata Indonesia tidak mampu melakukannya," katanya.
Menurut Hasyim, dirinya merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang mendukung resolusi itu. "Hal itu juga merugikan pemerintah karena secara pelan-pelan umat akan mengambil jarak dan negara sahabat," katanya.
Ketua Umum Muslimah NU Khofifah Parawansah mengatakan muslimah NU juga tidak sependapat dengan sikap Indonesia mendukung resolusi terhadap Iran dalam pengembangan nuklir. "Itu adalah bentuk diskriminasi," katanya.
Dia menuding Israel yang juga mengembangkan teknologi yang sama tidak mendapat perlakuan seperti itu. Dia juga mengkritik bahwa politik luar negeri Indonesia adalah bebas dan aktif yang konservatif. eko ari wibowo





