Harga Minyak Akan Naik ke US$70 per Barel
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pengamat perminyakan Kurtubi memprediksi harga minyak dunia akan terkerek hingga US$ 70 per barel. Kenaikan itu akan mulai satu atau dua pekan ini dan akan bertahan paling tidak selama enam bulan ke depan.
Kenaikan ini lebih tinggi dari perkiraannya semula. “Pada awal tahun 2007, saya pernah memprediksi rata-rata harga minyak dunia hanya berkisar US$ 65 per barel,” kata Kurtubi hari ini, tapi kini bisa US$ 70 per barel.
Tapi karena adanya resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran dan ditambah beberapa marinir Inggris ditahan pemerintah Iran ini memberikan dorongan faktor geopolitik menjadi faktor dominan pendongkrak kenaikan harga minyak.
Meski begitu, kata Kurtubi, ada kemungkinan dampak kenaikan harga minyak ini bagi Indonesia akan positif bila dilihat dari sisi penerimaan negara di sektor minyak dan gas. “Ekspor minyak dan gas jelas akan meningkat,” ujarnya.
AGUS SUPRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
- Korban Lapindo Ancam Minta Suaka Politik ke AS
- 10 Fakta Menarik Jelang Dortmund Vs Bayern
- Tabrakan Maut, 2 Tewas dan Belasan Kritis
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
Berita Utama Bisnis
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan













