Berita Terkait
Junta Thailand Minta Penetapan Darurat di Bangkok
TEMPO Interaktif, Bangkok: Pemimpin kudeta Thailand kemarin sore meminta pemerintah memberlakukan keadaan darurat di Ibu Kota Bangkok untuk mencegah para pendukung bekas Perdana Menteri Thaksin Shinawatra menggerakkan pawai massal.
Komandan Angkatan Bersenjata Jendral Sonthi Boonyaratglin telah meminta Perdana Menteri Surayud Chulanont menggunakan kekuasaan darurat untuk mencegah protes anti-kudeta. Demikian dikemukakan Kolonel Sansern Kaewkamnerd, juru bicara untuk Dewan Keamanan Nasional Thailand.
Sonthi mengangkat Surayud sebagai perdana menteri sementara setelah Thaksin didepak lewat kudeta tak berdarah pada September tahun lalu. Thaksin dituduh melakukan korupsi masif dan menyelewengkan kekuasaan, tapi ia masih punya banyak pendukung.
Demonstran anti-kudeta, dipimpin pendukung Thaksin, telah menggelar pawai mendesak pemulihan demokrasi segera. Dalam demonstrasi Jum'at pekan lalu, sekitar 1000 demonstran melemparkan batu, botol plastik dan kursi ke arah polisi. Pawai demo lainnya dijadwalkan besok.
"Apa yang akan kita perbuat jika jumlah pemrotes diatas 100 ribu? Itu bisa merusak citra negeri ini," kata Sansern lagi. Menurut juru bicara pemerintah, Yongyuth Maiyalarb, Surayud masih membahasnya dengan Sonthi dan belum ada keputusan.
Keadaan darurat memberikan kekuasaan pemerintah melarang pertemuan umum, pemberlakuan jam malam dan sensor laporan berita lokal.
AFP/dwi