Harga Minyak Naik Terus


TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur OPEC untuk Indonesia Maizar Rahman mengatakan kenaikan harga minyak harus diantisipasi dengan menjaga jumlah pasokan.

Menurut dia, untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak diperlukan pasokan minyak sesuai dengan permintaan. "Pasokan dan permintaan harus seimbang," katanya.

Dia memperkirakan kenaikan harga minyak akibat pengaruh geopolitik sekitar US$ 10-15 sehingga harganya menjadi US$ 70-75 per barel. "Tapi faktor geopolitik ini tidak lama. Cepat naik dan turun," kata Maizar. Jika tidak ada faktor geopolitik tersebut, Maizar memperkirakan harga minyak pada kisaran US$ 58-62.

Dia juga memprediksi, kenaikan harga minyak tidak bakal bertahan lama. Begitu harga minyak naik, kata dia, maka konsumsi terhadap minyak akan menurun. "Orang-orang akan mengurangi pemakaian minyak," katanya. Sehingga pasokan minyak akan berlebih dari permintaan dan harganya akan turun kembali.

Sebelumnya, Pengamat Perminyakan Kurtubi memprediksi harga minyak dunia akan naik hingga US$ 70 per barel. Menurutnya, kenaikan harga itu paling tidak akan bertahan selama enam bulan ke depan. "Karena pemerintah sudah memutuskan tidak akan menaikkan harga BBM hingga 2009, maka subsidi akan naik hingga Rp 50-60 triliun," kata Kurtubi.

Nieke Indrietta

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X