INCO Bagikan Dividen


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT International Nickel Indonesia (INCO) Tbk. memberikan dividen US$ 0,525 per saham.

Deviden tersebut terdiri dari dividen final tahun lalu US$ 0,025 per lembar saham, dividen luar biasa US$ 0,475 per lembar saham, dan dividen interim US$ 0,025. Presiden Direktur INCO Arif Siregar mengatakan keputusan tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kinerja keuangan perseroan tahun lalu.

"Kondisi keuangan tahun ini sangat baik," katnaya dalam konferensi pers di Hotel Grand Hyatt.

Dividen tersebut akan dibagikan pada 11 Mei mendatang. Total dividen yang dibagikan adalah US$ 521 juta dari seluruh saham yang beredar yaitu 993,653 juta saham. Sementara laba bersih perseroan tahun lalu sebesar US$ 513 juta.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indra Ginting mengatakan sisa dana untuk pembagian dividen berasal dari laba ditahan (return earning) tahun sebelumnya. "Laba ditahan jumlahnya sekitar US$ 1,2 miliar," katanya.

Perseroan mentargetkan produksi nikel tahun ini mencapai 155-165 juta pound. Sedangkan pada 2010 target produksi nikel diharapkan mencapai 200 juta pound. "Dengan asumsi dam Karebe sudah selesai," kata Arif.

Saat ini, kata dia, proses pembangunan dam masih menunggu surat izin dari Departemen Kehutanan. Sebelumnya pembangunan tersebut ditargetkan mulai tahun lalu. Namun rencana tersebut terhambat izin karena sebagian lahan masuk dalam kawasan hutan lindung. "Kalau izinnya keluar, pembangunannya bisa dimulai tahun ini," katanya.

Perseroan juga sedang mempertimbangkan proyek dua tahap untuk menggantikan minyak bakar bersulfur tinggi (HSFO) dengan batu bara bubuk.

Tahap pertama proyek tersebut dijadwalkan untuk dikaji ulang dari segi kelayakan keuangan dan teknis pada pertengahan tahun ini. Konversi itu, nantinya diharapkan dapat menghemat US$ 0,15-0,20 per pound nikel.

Sementara itu total belanja modal perseroan tahun ini sebesar US$ 146 juta. Dana investasi itu, kata dia, berasal dari internal perseroan. "Kami yakin dengan posisi keuangan kami," katanya.


Desy Pakpahan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X