Berita Terkait
UNAMET Dipanggil Bila Semua Komisioner Setuju
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Beberapa orang yang didengar penjelasannya oleh Komisi Kebenaran dan Persahabatan Indonesia-Timor Leste menuding Badan Dunia Untuk Timor Timur (UNAMET) sebagai pihak yang bertanggung jawab terjadinya kerusuhan dan kekerasan yang terjadi di Timor Timur. Namun Komisi Kebenaran dan Persahabatan masih akan mempertimbangkan pemanggilan (UNAMET) sebagai saksi pada dengar pendapat tahap berikutnya.
"Untuk UNAMMET masih akan dibicarakan dulu, kalau semua komisioner menyetujui ya baru nanti akan kami panggil," ujar Benjamin Mangkoedilaga, Ketua Komisi Kebenaran dan Persahabatan Timor Leste dari Indonesia kepada Tempo Sabtu pagi ini.
Dalam dengar pendapat, tiga mantan petinggi ABRI Mayjend (purn) Zacky Anwar Makarim, Mayjend (purn) Adam Damiri dan Mayjend FX Suhartono Suratman, bekas wakil panglima Pasukan Pejuang Integrasi Eurico Guterres, menuding UNAMET lah yang harus bertanggung jawab karena memicu serangkaian kekerasan dan kerusuhan di Timor Timur paska jajak pendapat tahun 1999.
Menurut Benjamin, pemanggilan UNAMET tidak mudah dan harus melalui proses yang panjang. Karenanya bila semua komisioner menyetujui pemanggilan, proses akan dilaksanakan kemudian. Namun Benjami enggan menjelaskan proses yang harus dilalui untuk pemanggilan badan PBB untuk mengawasi Timor Timur tersebut.
"Jangan berandai-andai dulu. Yang jelas itu ada prosesnya," ujar bekas Hakim Agung tersebut.
Sebelumnya, Maria Olandina Alves, komisioner dari Timor Leste menyatakan UNAMET akan dipanggil untuk diminta penjelasannya. Maria Olandina menyatakan keterangan UNAMET cukup penting. "Kami rencanakan begitu, kami ingin semua pihak yang terkait bisa diminta keterangannya," ujarnya pada Tempo Kamis (29/3).
Dian Yuliastuti





