Pelanggan Seluler Asia Pasific Bakal Naik
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pelanggan layanan telekomunikasi bergerak (seluler) di kawasan Asia Pasifik pada akhir 2007 diperkirakan akan mencapai 1,14 miliar. Akhir tahun lalu, jumlahnya mencapai 950 juta pelanggan dengan tingkat penetrasi sebesar 30,9 persen.
Frost & Sullivan Industry Manager Janice Chong mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan seluler di kawasan itu disebabkan karena kondisi pasar yang kembali bangkit, seiring membaiknya perekonomian di negara-negara Asia Pasifik. “Harga telepon genggamnya juga terus menurun, sehingga lebih terjangkau oleh penduduk,” kata Janice dalam siaran pers, Minggu (1/4).
Dia menjelaskan, Cina masih menjadi negara tertinggi tingkat pertumbuhan pelanggan selulernya, disusul India yang menggeser Jepang di urutan kedua. Potensi pasar seluler di India sangat besar mengingat India merupakan negara kedua dengan populasi penduduk terbanyak (1,1 miliar jiwa) di dunia.
Dari jumlah sebanyak itu, penetrasi telepon seluler di Negeri Bollywood itu hanya 13 persen pada 2006.
“Indonesia juga sangat potensial, sebab banyak ekspansi jaringan yang dilakukan operator telekomunikasi di negara ini,” ujarnya.
Chong mengungkapkan, operator seluler akan memfokuskan peningkatan penetrasi di kawasan pedesaan dan pasar low-end pada 3-5 tahun ke depan. Sebab, penetrasi seluler di wilayah perkotaan sudah hampir mencapai titik jenuh.
EKO NOPIANSYAH
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













