Kopilot Garuda Sempat Meminta Pilot Berputar


TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Kopilot pesawat Garuda GA 200 yang terbakar di Yogyakarta, Gagam Saman Rokhmana mengakui telah meminta kapten pilot Marwoto Komar agar pesawat go arround (memutar) terlebih dahulu. Alasannya, meski sudah ada tanda clear to landing (aman untuk mendarat), namun kecepatan pesawat saat itu masih sangat tinggi sehingga cukup berbahaya jika pesawat tetap mendarat.

Kuasa hukum Garuda, Kamal Firdaus saat diminta konfirmasinya membenarkan tentang permintaan kopilot tersebut. Saat menjalani pemeriksaan, kata Kamal, Gagam menyatakan telah meminta agar go arround dan pesawat diangkat ke udara lagi. Hanya saja keputusan untuk touch down atau go arround ada pada kopilot.

"Sebenarnya kurang tepat kalau itu disebut perdebatan," kata Kamal. Karena kondisinya saat itu sudah critical phase atau sangat kritis. "Tapi memang, sebelum touch down, kopilot sudah meminta agar pesawat diangkat lagi".

Kecepatan pesawat saat itu masih 150 kilometer per jam. Selain itu, kata Kamal, sebelum pesawat touch down, tiba-tiba dari arah belakang ada pukulan angin yang cukup kencang sehingga pesawat sulit mendarat.

Syaiful Amin

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO