Dynaplast Rugi Rp 6,7 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan produsen plastik PT Dynaplast Tbk. mengalami kerugian Rp 6,7 miliar pada tahun lalu kendati pertumbuhan penjualan secara konsolidasi naik 13 persen dibandingkan 2005 sebesar Rp 1 triliun.
"Kerugian ini merupakan pertama kalinya sejak pelepasan saham perdana (IPO) pada 1991," kata Sekretaris Perusahaan Dynalast Joni Tresnohadi dalam penjelasan ke Bursa Efek Jakarta Rabu (4/4).
Joni menjelaskan kerugian itu disebabkan oleh persaingan bisnis yang sangat kompetitif dan daya beli yang melemah. Selain itu juga karena naik harga bahan baku, biaya produksi, dana biaya bunga sepanjang tahun lalu. Perseroan juga dibebankan biaya relokasi dan reorganisasi sekitar Rp 8 miliar.
"Relokasi mesin-mesin dari salah satu pabrik itu, kata dia, dilakukan untuk re-engineering agar perusahaan dapat beroperasi lebih efisien," katanya.
Sepanjang 2006 perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 34,3 miliar, turun 5,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 36,4 miliar. Laba operasi tahun lalu mencapai Rp 42,4 miliar, turun 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 54,4 miliar.
Joni menambahkan kinerja perseroan tahun ini akan sangat bergantung pada harga minyak mentah dunia dan bahan baku plastik, yang diharapkan dapat bergerak stabil.
Desy Pakpahan













