Berita Terkait



Petani Malang Terpaksa Jual Gabah ke Tengkulak

TEMPO Interaktif, MALANG:Para petani di Malang, Jawa Timur, terpaksa menjual gabah hasil panen ke tengkulak. Mereka kesulitan menjual gabar kepada Depot Logistik karena Dolog berdalih kualitas gabah petani rendah. "Kami tahu harga pemerintah naik, tapi Dolok bilang kualitas gabah kami basah dan kotor," kata Sholeh Faisol, Ketua Kelompok Tani Nelayan 'Andalan" Kabupaten Malang di Jawa Timur, Rabu (4/4).

Menurut Sholeh, tengkulak menyanggupi membeli semua gabah, dengan harga Rp 1.800 per kilogram. Meskipun Pemerintah menetapkan gabah kering panen naik 17,65 persen menjadi Rp 2.000 per kilogram, gabah kering giling Rp 2.575 per kilogram, dan beras Rp 4.000 per kilogram. "Itu lebih baik daripada membusuk," katanya.

Para petani yang mejual gabah ke tengkulak antara lain dari Kecamatan Tajinan, Bululawang, Turen, dan Gondanglegi. Sholeh berharap, pemerintah lewat Dolog menggencarkan sosialisasi HPP baru kepada petani, serta membantu petani dengan alat pengering gabah.

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pembenihan dan Pengolahan Hasil, Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Malang, Trisno Pamuji, membenarkan informasi Sholeh soal penjualan gabah ke tengkulak. Ia mengatakan, petani terpaksa berhubungan dengan tengkulak karena mereka kesulitan mendapatkan modal kerja untuk musim panen berikutnya.

Abdi Purmono