Berita Terkait
Pasien Terduga Flu Burung di Solo Meninggal
TEMPO Interaktif, Solo:
Seorang pasien suspect (terduga) flu burung yang dirawat di RSUD Dr Moewardi Solo meninggal dunia. Pasien berinisial Sr (29) adalah warga Sapean, Mojolaban, Sukoharjo, yang sempat dirawat di ruang isolasi khusus pasien flu burung sejak Selasa lalu karena diduga terkena virus H5N1. Ayah dua anak ini meninggal Kamis dinihari (5/4), dan langsung dimakamkan di desanya pada siang harinya.
Sebelum masuk ruang isolasi khusus, Sr dirawat di rumah sakit yang sama sejak 30 Maret lalu. Tapi ia baru mendapatkan penanganan intensif dua hari lalu ketika kondisinya mulai kritis. Menurut Prof Dr Suradi SpP(K), dokter yang menangani Suranto, pasien terduga flu burung tersebut meninggal karena gagal napas. "Kepastian penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel darahnya," kata dia kepada wartawan, Kamis (5/4).
Karena diduga terkena virus flu burung, petugas rumah sakit melakukan pemulasaran khusus sebagaimana pasien flu burung. Setelah dikafani. jenazah dibungkus dengan plastik dan dimasukkan ke dalam peti jenazah.
Dua hari terakhir, Sr dalam kondisi tidak sadar penuh. Menurut dokter, paru-parunya mengalami infeksi oleh virus yang belum bisa dipastikan jenisnya. Dia harus mendapatkan bantuan dengan alat bantu pernafasan selama dirawat di ruang isolasi.
Dari riwayat pasien, diketahui Sr sebelumnya pernah memiliki kontak dengan unggas, yakni ketika membeli 200 kilogram ayam di Pasar Unggas Semanggi. Selain itu, puluhan ayam milik tetangganya mati mendadak tanpa jelas diketahui penyakitnya.
Beberapa hari kemudian, Sr mengalami demam dan diperiksakan ke bidan desa. Bidan ini menyatakan Sr menderita gejala typhus. Karena tidak kunjung membaik, ia dibawa ke RS Dr Moewardi. Di RS tersebut, Sr tidak langsung dimasukkan ke ruang perawatan khusus flu burung, tetapi bangsal biasa. Imron Rosyid