Empat Praja IPDN Dipecat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengumumkan pemecatan empat praja dalam apel luar biasa penjatuhan hukuman disiplin petang ini, Kamis (5/4). Pemecatan dilakukan secara in-absentia tanpa kehadiran empat mahasiswa itu. "IPDN sudah tidak bertanggungjawab lagi karena mereka sudah bukan Praja," kata Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi seusai apel.
Empat mahasiswa itu adalah M Amrullah, Fendi Tobua, A Bustanil dan Jaka Anugrah Putra. Selain dipecat tidak hormat, empat praja itu harus menganti biaya kuliah rata-rat lebih dari Rp 13 juta. Mengenai status pegawai negeri mereka, itu bergantung putusan Badan Pendidikan dan Pelatihan Depatemen Dalam Negeri.
Menurut Nyoman, empat mahasiswa tingkat tiga itu ditahan Polisi Resor Sumedang sesuai Surat Penetapan Penahanan pada hari ini. Sebetulnya ada lima praja tingkat tiga yang diperiksa, namun empat yang jadi tersangka penganiayaan Cliff Muntu, mahasiswa tingkat pertama. Adapun Gunawan yang ikut diperiksa belum cukup bukti dan dibolehkan kembali ke kampus.
Nyoman menambahkan jumlah tersangka bisa lebih banyak lagi bergantung pemeriksaan polisi. Dari 10 mahasiswa tingkat tiga yang diduga memukul praja, sudah bertambah satu orang lagi.
Di depan para praja, Nyoman membantah, jumlah praja IPDN yang disebut-sebut meninggal dunia akibat kekerasan mencapai 37 orang. Ia merinci, 7 orang korban tsunami, 6 orang kecelakaan lalu lintas, 11 sakit dan hanya 3 orang korban kekerasan. Korban kekerasn itu adalah Cliff Muntu, Wahyu Hidayat dan Arif Rahman.
Apel luar biasa yang dipimpin Pembantu Rektor III IPDN Iir Indarto itu digelar di lapangan belakang gedung utama kampus. Sekurangnya 4600 praja hadir dalam upacara yang digelar satu jam mulai pukul 17.00 WIB itu.
Ahmad Fikri
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pendiri Grup Band The Doors Tutup Usia
- David Karp, 'Drop Out' SMA yang Kaya dari Tumblr
- Kiki Amalia Terima Dana dari Fathanah via BCA
- Mobil-mobil Keren di Film `Fast & Furious`
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
Berita Utama Nasional
- PKS Klaim Bisa Himpun Rp 2 Triliun Secara Sah
- Atase AS: Tak Tahu Pesawatnya Mendarat di Aceh
- Calon KSAD Moeldoko Diingatkan 'Operasi Sajadah'
- Kurikulum 2013, Guru Diminta Aktif Kaji dan Kritik
- Soal Labora Sitorus, Ini Janji Timur Pradopo
- Pesawat Militer AS Mendarat Tanpa Izin di Aceh
- KPK Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Hambalang













