Departemen Energi Kaji Harga 7 Persen Saham Newmont
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) tengah mengkaji harga tujuh persen saham yang ditawarkan PT Newmont Nusa Tenggara.
Direktur Pembinaan Usaha Mineral Batu Bara dan Panas Bumi Marpaung mengatakan Newmont telah menyampaikan kepada departemen energi bahwa nilai total aset Newmont tahun ini sebesar US$ 4,6 miliar, pada Jumat, 30 Maret lalu.
Berdasarkan nilai aset itu, kata Marpaung, maka penawaran 7 persen divestasi Newmont adalah 7 persen dari US$ 4,6 miliar. "Sedang kami evaluasi," ujar dia saat dihubungi Tempo, Rabu (4/4) malam.
Sementara proses negosiasi pembelian 3 persen divestasi antara Newmont dengan pemerintah daerah, ujar Marpaung, masih belum selesai. Kemungkinannya, lanjut dia, proses pengambilalihan 3 persen divestasi itu akan berjalan pararel dengan penawaran tujuh persen divestasi Newmont.
Seperti diberitakan sebelumnya, divestasi tiga persen saham Newmont yang ditargetkan rampung 2006 ternyata molor. Newmont menawarkan harga tiga persen divestasi sebesar US$ 109 juta. Alotnya proses divestasi ini disebabkan adanya tarik-menarik antara pemerintah daerah yang ingin ikut ambil bagian yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa Besar.
Nieke Indrietta
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- PKS: Rotasi Anggota di DPR Bukan untuk Serang KPK
- Wanita Ini Gugat McDonald's karena Suaranya Hilang
- Sebanyak 8.250 Siswa SMA Tak Lulus Ujian Nasional
- Jokowi: Rumah Dinas Lurah dan Camat Akan Dicabut
- DPR Tunda Keputusan Soal Kurikulum 2013
- Jakarta Bakal Punya Pedestrian Melayang
- Pemerintah Akan Kurangi Pekerja Anak
Berita Utama Bisnis
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu













