Adhi Karya Akan Refinancing Utang


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Adhi Karya Tbk. akan melakukan pembiayaan kembali (refinancing) obligasi Adhi Karya III tahun 2004 sebesar 173 miliar yang akan jatuh tempo pada Juli mendatang.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Kurnadi mengatakan refinancing utang itu akan dilakukan perseroan dengan kembali menerbitkan obligasi senilai Rp 400 miliar. Menurut dana tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh obligasi Adhi Karya III. “Sisanya akan dipakai untuk modal kerja,” ujarnya kepada Tempo di Jakarta pekan lalu.

Salah satu kebutuhan modal menurut Kurnadi menjelaskan adalah untuk pembelian alat-alat infrastruktur senilai Rp 90 miliar. Sejumlah proyek konstruksi perseroan juga akan dibiayai dari obligasi ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Obligasi Adhi Karya IV ini sepenuhnya akan dijamin dijamin oleh PT Mandiri Sekuritas.

Kendati menerbitkan obligasi, menurut Kurnadi, manajemen perseroan juga tetap berharap rencana penerbitan saham baru (right issue) tetap dapat terlaksana. Salah satu upaya untuk menghindari terjadinya saham pemerintah, kata Kurnadi, bisa dilakukan dengan opsi penyuntikan modal dari negara sebesar Rp 306 miliar.

Opsi lain, adalah dengan pola inbreng (penyertaan saham) Adhi Karya di perusahaan negara yang lain. “Kendati begitu jadi tidaknya right issue tetap jadi kewenangan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas,” katanya Kurnadi.

Dia menambahkan dengan suntikan modal ini, menurut kalkulasi manajemen perusahaan, jumlah saham negara akan melonjak menjadi 67 persen. Setelah saham baru diterbitkan maka jumlahnya akan kembali ke posisi sebelumnya sekitar 51 persen.

Jika pemerintah bisa menyetujui penerbitan saham baru, kata Kurnadi, maka itu akan dibawa dalam rapat pemegang saham. Dana dari penerbitan saham baru yang diperkirakan mencapai sekitar Rp600 miliar, kata dia, baru akan memberikan dampak ke perusahaan pada tahun mendatang.

"Karena kami memproyeksikan penerbitan saham baru itu pada akhir tahun ini," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto sudah secara tegas menolak adanya suntikan modal baru untuk Adhi Karya. Dia meminta manajemen perseroan mencari pendanaan ke pasar dalam membiayai kegiatan operasinya.

Sebab dengan kondisi keuangan yang bagus dan prospek bisnis yang menjanjikan, Adhi Karya ini dapat mencari pembiayaan yang menguntungkan tanpa meminta dana dari anggaran negara. "Suntikan penyertaan modal negara untuk BUMN karya tidak patut. Untuk minta tambahan itu ke pemerintah tidak relevan," katanya.

BUDI RIZA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terkait

Copyright © 2011
TEMPO
.CO