Pesawat Garuda Bergetar Setelah Lepas Landas
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kondisi pesawat Garuda Indonesia yang mendarat darurat di Bandar Udara Hasanuddin, Makassar, tadi pagi ternyata kondisinya sudah tidak normal sejak lepas landas (take off) dari Bandar Udara Soekarno-Hatta.
Pesawat rute Jakarta-Manado yang dipiloti kapten Adi Nasai, mengalami getaran setelah lepas landas. Namun, pilot tidak mengetahui penyebabnya karena semua indikator dalam kokpit pesawat normal. “Getaran tidak dirasakan sesudahnya dan penerbangan berlangsung normal,” ujar Kepala Komunikasi Perusahaan Garuda Indonesia Pujobroto,
Kamis (12/4).
Ketika pesawat hendak mendarat di Bandara Hasanudin, Makasar, pilot meminta bantuan petugas tower bandara untuk memberikan informasi mengenai kondisi pesawat. Informasi yang diperoleh, roda belakang (main wheel) sebelah kiri pecah.
Setelah berputar-putar (holding) sekitar 25-30 menit untuk memberi kesempatan kepada petugas bandara melakukan persiapan, pesawat kemudian mendarat dengan normal sekitar pukul 12.05 waktu setempat. “Pesawat dibawa ke apron untuk pemeriksaan dan perawatan,” kata Pujobroto.
Garuda kemudian mengirimkan pesawat dari Jakarta untuk penggantian penerbangan sampai tujuan terakhir. Pujobroto memastikan, seluruh penumpang tidak ada yang mengalami cedera akibat insiden itu. Pesawat mengangkut 134 penumpang, 14 kelas bisnis dan 120 kelas ekonomi.
Pujobroto menambahkan, pesawat sudah diperiksa sebelum berangkat dan kondisinya normal. Kenapa ban pecah? “Banyak faktor penyebabnya,” jawabnya. Dia tidak bersedia menyebutkan kemungkinan penyebabnya dengan alasan menghindari kesan melempar kesalahan.
Terkait insiden tersebut, Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari menyesalkan perlakuan pasca kejadian. “Kasus semacam juga dialami operator lain, tapi kok tidak ada equal treatment (perlakuan yang sama),” dia memperotes.
Ari mencontohkan, perlakuan yang terkesan memojokkan Garuda itu misalnya pilot langsung dimintai keterangan oleh kepolisian sesaat setelah kejadian. Selain itu, penyampaian informasi itu juga gencar. Menurut dia, hal yang sama tidak diterapkan pada operator lain yang pesawatnya mengalami kejaidan serupa.
Harun Mahbub
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Nasional
- Busyro: KPK Bisa Segera Tahan Andi Mallarangeng
- Begini Sukotjo Antar Duit Rp 2 Miliar ke Djoko
- Ahmad Rozi Akui Diminta Luthfi Siapkan Data Daging
- Eksekusi Supersemar, Kejaksaan Cari Berkas Putusan
- Revitalisasi Situs Soekarno Rp 44,5 Miliar
- Pemilik Akun @benhan Jadi Tersangka
- Saat Kelulusan, Darin Mumtazah Tak Ada di Sekolah













