Pemerintah Berharap Harga Minyak Tetap Berada di Level US$ 54 per barel
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia berharap agar harga minyak mentah bisa terjaga pada kisaran US$ 54-55 per barel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa upaya pengendalian harga minyak ini bisa dicapai melalui keamanan pasokan minyak.
"Ke depan kami akan berusaha agar harga minyak tidak tergantung pada situasi geopolitik tapi pada keamanan pasokan, sehingga harga minyak bisa terjaga pada US$ 54-55 per barel," kata Purnomo dalam acara diskusi panel "Tantangan dan Strategi Mengejar Target Produksi Minyak 1,3 juta barel per hari pada 2009" di Hotel Aryaduta Jakarta Rabu (18/4).
Dia menjelaskan, saat ini harga minyak mentah pada kisaran US$ 63-65 per barel karena terpengaruh konflik Iran. Situasi geopolitik, saat ini sangat berpengaruh pada harga minyak mentah. Padahal harga minyak mentah pun akan berpengaruh pada penerimaan negara Indonesia melalui minyak. "Kalau harga minyak tinggi, penerimaan minyak juga tinggi," ujarnya.
Namun, di sisi lain, tingginya harga minyak akan mempengaruhi sektor-sektor lain, sehingga harga minyak diupayakan terjaga pada US$ 54-55 per barel.
Berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2007, Purnomo mengatakan masih mengkaji soal asumsi harga minyak. "Kami harus hati-hati karena harga minyak sangat sensitif dengan penerimaan negara," ujarnya.
Nieke Indrietta
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi













